Seputar Hobi Indonesia

Tips Menarik Motor Trail Mogok

Melakuan trial adventure di medan offroad merupakan salah satu kegiatan paling digemari oleh para pecinta motor trail. Namun tidak selamanya kegiatan ini berjalan dengan mulus, terkadang Anda harus menemui beragam hambatan seperti mesin mogok, rantai putus, gear jebol, dan berbagai persoalan lain yang membuat motor trail Anda tidak bisa digunakan.

Mendorong motor trail Anda sampai ke bengkel terdekat tentu bukanlah hal yang mudah, maklum saja di medan off road dengan mengendarai motor trail, stamina bisa terkuras, apalagi jika harus mendorong motor trail yang beratnya rata-rata di atas 100 kilogram. Nah, salah satu cara yang bisa ditempuh untuk mengevakuasi motor trail yang mogok adalah menariknya dengan menggunakan motor trail lain.

Kedengaranya mudah bukan? ternyata tidak. Menarik motor trail yang mogok di medan off road ternyata bukanlah hal yang mudah dilakukan. Berbeda dengan menarik motor di jalan aspal yang mulus, kesalahan sedikit saja bisa membuat motor trail yang ditarik jatuh bergelimpangan hingga terseret.

Bahkan motor penariknya pun memiliki resiko yang cukup besar. Motor trail yang kerap digunakan di medan off road biasanya memiliki torsi yang besar. Ditambah dengan beban berat di belakang (motor yang ditarik), membuat ban depan motor penarik seringkali ngangkat (wheelie) terutama saat bertemu dengan jalanan yang terjal dan menanjak. Jika tidak memiliki perhitungan yang tepat, bukan tidak mungkin keduanya bakal jatuh terjerembab.

Jadi bagaimana sih tips aman untuk menarik motor trail di medan offroad? Yang pertama adalah memilih tali yang tepat, jangan menggunakan tambang plastik atau tali rafia karena dijamin tidak akan kuat untuk menahan beban. Gunakan tali untuk mendaki gunung yang memiliki lebar kira-kira 10 cm. Tali jenis ini mudah untuk disimpan, enteng dan memiliki toleransi pada tarikan yang cukup bagus. Panjang tali yang cukup ideal kurang lebih sekitar 4 meter.

Ikatkan tali dibagian belakang chasis motor penarik untuk mendapatkan posisi central serta tidak mengganggu ban dan rantai motor penarik. Untuk motor yang ditarik, lilitkan tali pada handle bar bagian depan, jangan terlalu ketat, dan pegang tali tersebut dengan tangan kiri. Mengapa tidak diikat? Karena jika terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya motor Anda terjatuh, maka Anda bisa dengan cepat melepas tali tersebut tanpa membahayakan motor yang menarik.

Jaga tingkat keregangan tali dan jarak antara motor penarik dan yang ditarik. Jika tali terlalu longgar, ada sensasi seperti ditarik kebelakang pada motor yang berada didepan. Gunakan gigi dan kecepatan rendah serta rem depan untuk menjaga keregangan dan jarak ideal antara kedua motor. Jika menemui belokan yang cukup tajam, ambil sudut belok yang agak melebar agar tensi tali tetap terjaga.

Dan tentu saja yang paling utama adalah perhatikan kesalamatan Anda dan teman Anda. tidak perlu terburu-buru saat menarik motor trail, lakukan dengan hati-hati dan seksama agar semua bisa selamat sampai di rumah dan kembali berpetualang di waktu mendatang.(rst)

Sumber : trial game

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *