Seputar Hobi Indonesia

Tips Mengendarai Motor Off-Road

Tampilan motor off-road nan gagah selalu menarik perhatian. Namun mereka yang memboyong motor jenis ini, tak semuanya mau turun ke tanah. Sebagian dari mereka hanya tertarik dengan bentuk dan menggunakannya di aspal saja.

Nah, untuk yang ingin mengendarai di habitat aslinya, butuh pengetahuan dan persiapan yang baik. Berbeda jauh dengan aspal, karakter jalur tanah jauh lebih dinamis. Makanya beragam persiapan baiknya dipenuhi dengan matang. Untuk itu, kami paparkan beberapa tips berkendara off-road.

Siapkan Tools


Bawalah peralatan sederhana
 seperti obeng, kunci pas dan kunci busi. Pastikan semuanya sesuai dengan ukuran spesifikasi motor Anda. Selain itu, sebaiknya bawa juga spare part ekstra. Semisal kabel gas, kabel kopling, busi serta sedikit bensin. Barang-barang ini perlu disimpan dalam sebuah wadah yang bisa diikat di belakang motor atau di dalam ransel. Jangan sampai bawaan itu merepotkan saat bermanuver.

Sebetulnya, tips ini lebih relevan untuk off-road adventure. Di tengah hutan tak ada bengkel yang bisa menyediakan spare part atau membantu Anda memperbaiki motor jika terjadi kerusakan. Meminta bantuan? Biasanya sinyal gawai cenderung sulit didapat. Makanya, persediaan alat-alat dan skill mekanik sangat dibutuhkan.

Jika motor sudah tak bisa diselamatkan dengan alat dan sparepart sederhana, ada baiknya siapkan juga tali strap. Jadi, teman Anda bisa menderek motor dan menyelamatkan hingga keluar dari medan berat.

Gunakan Peranti Keamanan Lengkap

Mungkin betul, permukaan tanah maupun lumpur lebih empuk ketimbang aspal. Namun tak berarti menghiraukan peranti keamanan tubuh. Pertama, Anda perlu menggunakan Helm bermoncong panjang.

Bukan tanpa maksud, hal ini berguna untuk memberikan udara lebih banyak. Manuver tubuh yang dilakukan offroader lebih banyak ketimbang rider aspal. Makanya dibutuhkan ruang bernapas yang cukup besar. Pada model helm seperti ini, kaca sering kali absen. Makanya, tambahan goggle sangat penting untuk melindungi mata dari empasan debu atau kerikil.

Selain itu, protektor lutut, sikut, dada dan leher juga menjadi hal fundamental, meminimalisir terjadinya risiko cedera. Jangan lupa, gunakan sepatu khusus agar terlindungi dari panas mesin dan memiliki grip ke tanah lebih baik.

Sesuaikan Jarak Tuas Kopling

Idealnya, jarak tuas kopling diseting agar pengoperasiannya hanya menggunakan dua jari. Mengapa? Selama melalui rintangan, tangan bekerja lebih keras. Dari mulai menggenggam stang, mengatur gas dan mengarahkan posisi motor. Belum lagi, posisi mengendara rider lebih banyak berdiri. Makanya hal ini cukup ideal dilakukan, agar kerja tangan lebih efektif.

Tarik Gas Saat Masuk Jalur Ular

Tidak familiar dengan jalur ular yang kami maksud? Inilah jalur tanah atau lumpur yang terbentuk akibat dilewati motor-motor sebelumnya. Praktis, semakin banyak dilalui semakin dalam. Biasanya ukuran jalur ini pas dengan lebar ban. Saat salah satu ban terperosok masuk, jangan memaksanya keluar. Lebih baik arahkan ban lainnya masuk ke dalam jalur. Setelah itu, tarik gas dalam dan biarkan motor mengikutinya. Membuat manuver berlawanan sedikit berbahaya, karena bisa membuat Anda terjatuh.

Atur Gas Saat Masuk Lubang Berlumpur Padat

Saat masuk lubang besar di tanah kering, mudah saja. Cukup tarik gas dalam dan motor akan keluar. Lain halnya dengan lumpur padat, diperlukan ancang-ancang tenaga sebelum memasuki lubang. Jika terlambat atau terlanjur terjebak di dalamnya, geser posisi duduk ke belakang sambil menekannya agar ban mendapat traksi lebih banyak. Gas pun perlu disesuaikan, jangan sampai roda belakang menggali lebih dalam dan semakin sulit keluar rintangan.

Jangan Pakai Rem Depan

Sebisa mungkin, tak menggunakan rem depan jika tak ingin terjatuh di permukaan licin. Jika perlu menggunakannya, tarik perlahan atau kombinasikan dengan menginjak rem belakang. Salah satu menyiasatinya juga bisa mengandalkan engine brake.

Fokus Pada Medan yang Dilalui

Pandangan perlu fokus pada rintangan yang dilalui. Jangan terdistraksi terlalu jauh, apalagi menikmati indahnya alam hutan. Dalam berkendara off-road, jalur yang dilalui sangat dinamis dan tak bisa ditebak. Pandangan perlu fokus ke titik yang akan dilalui, sehingga lebih mudah menyiasatinya. Pengambilan keputusan pun lebih cepat dan efektif.

Berdiri Pada Footstep

Mengendalikan motor di medan off-road lebih mudah dalam keadaan setengah berdiri atau bahkan berdiri di atas footstep. Dengan itu titik berat pegendara sepenuhnya ada pada kaki kiri dan kanan ketimbang di jok. Otomatis, motor lebih mudah diarahkan. Hal ini hanya berlaku pada lintasan lurus, jangan mempraktikannya di tikungan.

Usahakan Tidak Pergi Sendirian

Jika merasa memiliki skill mengendara dan kemampuan mekanik yang tinggi, tak masalah pergi sendirian. Namun jika tidak, ada baiknya berjelajah dengan dua motor atau lebih. Saat terjadi kecelakaan, kerusakan, atau hal yang tidak diinginkan, satu sama lain bisa saling membantu.

Jangan Turunkan Kedua Kaki

Tentukan salah satu kaki untuk menjadi tumpuan. Untuk postur tubuh standar orang Indonesia, agak sulit menopang motor trail yang tinggi. Salah satu cara menyiasatinya, dengan menggunakan satu kaki yang dirasa paling kuat supaya menapak tanah dengan baik. Permukaan yang tak menentu memerlukan tumpuan kuat saat kecepatan motor cenderung pelan atau bahkan diam.

Saat Menikung Tajam, Posisikan Tubuh Berlawanan Arah

Menikung tajam dengan cepat, biasa terjadi di track kompetisi, bukan adventure. Agar motor seimbang dan tetap mendapatkan traksi, posisikan tubuh berlawanan arah dengan tikungan. Mengerem terlalu banyak juga membuat motor tak seimbang. Justru momentum ini memerlukan torsi yang cukup besar. Penyesuaian seperti ini yang cukup sulit bagi rider, yang biasa balapan di aspal.

Bagaimana? Mulai tertarik berkendara off-road? Bagi pemula, pilihan motor Trail 150 cc mungkin paling masuk akal. Seperti Kawasaki KLX 150, atau Honda CRF150L. Selain bobotnya ringan, tenaganya pun masih terbilang jinak. Tapi untuk melibas medan tanah yang benar-benar berat, dibutuhkan beberapa modifikasi utama untuk meningkatkan performa seperti gear, kopling, ban pacul, shock breaker dan banyak hal lainnya. Jika ingin naik kelas, Anda bisa membeli motor special engine seperti KTM, Kawasaki KX Series, dan banyak lagi. Tapi perlu diingat, motor-motor ini tak legal dikendarai di jalan raya. (rst)

Sumber: Ride Apart

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *